Setelah Pajak, Google Kini tersandung Kasus Praktik Monopoli

google

Sebagai perusahaan kelas dunia, Google Inc tidak habis-habisnya menjadi sorotan. Belum usai persoalan pajak dengan sejumlah negara, google kini harus berhadapan dengan Komisi Persaingan Usaha Uni Eropa. Google dituduh telah memonopoli pemasangan perangkat mesin pencari (google search) dan pasar aplikasi (play store) di setiap smartphone yang diproduksi perusahaan ponsel.

Google inc siap-siap kembali menghadapi masalah. Setelah digempur persoalan pembayaran pajak oleh sejumlah negara, kini perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu dituding melakukan aksi monopoli bisnis mesin pencari (google search) dan pasar aplikasi (play store) pada ponsel pintar (smartphone) yang diproduksi para produsen.

Isu ini mengemuka setelah reuters, sabtu pekan lalu (1/10) menurunkan pemberitaan soal maklumat Komisi Persaingan Usaha Uni Eropa kepada Google Inc. dalam dokumen rahasia setebal 150 halaman yang diperoleh Reuters, terungkap bahwa Uni Eropa mensinyalir aksi curang yang dilakukan Google dengan memonopoli pemasangan awal (pra instal) google search dan google play store pada setiap smartphone baru.

Komisi Uni Eropa menyebutkan, untuk membenamkan google search dan play store, google dikabarkan telah memberikan imbal hasil tertentu kepada para pembuat smarphone. Tentu saja hal ini menyebabkan persaingan usaha yang tidak sehat, karena menutup bisnis mesin pencari dan pasar aplikasi lain selain milik google.

Sejauh ini, banyak pasar aplikasi lain selain google play store. Diantaranya 1Mobile, Amazon App Store, SlideMe, Opera Mobile App. Adapun pesaing google search juga terbilang cukup banyak.

Penyelidikan Uni Eropa juga mendapat dukungan dari FairSearch. Lembaga ini dibentuk atas dukungan sejumlah perusahaan ternama dunia yang menginginkan persaingan usaha yang sehat di bisnis internet.

Dalam situs resminya, http://www.fairsearch.org, lembaga ini beranggotakan Nokia, Oracle, Tripadvistor, Expedia, dan banyak perusahaan lainnya. Mereka menuding Google tela memonopoli dan memanipulasi hasil pencarian dalam mesin (google search) atas perusahaan yang tidak berbisnis dengan google.

FairSearch sudah mulai mengeluhkan adanya monopoli oleh pihak Google sejak Maret 2013 silam. Lembaga ini bahkan mengindikasikan praktik curang Google sudah berlangsung sejak Januari 2011 hingga saat ini.

Dalam dokumen itu disebutkan, bahwa komisi Uni Eropa akan mengatur upaya pencegahan agar aksi ini tidak terulang dikemudian hari. Jika terbukti, maka Google harus siap menerima hukuman berupa denda yang nilainya digadang cukup besar.

Perhitungan denda kemungkinan besar akan dihitung dari pendapatan yang diterima Google dari sejumlah bisnisnya. Semisal play store sebagai pasar aplikasi dan AdMob sebagai aplikasi iklan dan tidak ketinggalan AdWords.

Ricardo Cardoso, Jurubicara Komisi Uni Eropa menolak menanggapi isi dokumen yang diberitakan Reuters. Sementara manajemen Google menyatakan, pihaknya akan membuktikan kepada komisi pesaingan usaha di Uni Eropa bahwa android dirancang tanpa menghilangkan unsure persaingan usaha.

Selain itu, seperti dikutip Reuters, manajemen Google mengaku mendukung setiap inovasi oleh pihal manapun dalam bisnis internet tersebut.

Sumber: http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com



Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: