Risiko Fiskal Membayangi di 2017

08fd9-pajak222

Penerimaan pajak terancam leletnya pemulihan ekonomi global dan amnesti

JAKARTA. Risiko fiskal masih jadi tantangan Pemerintah Indonesia di tahun depan. Bank Dunia mengingatkan, pemulihan ekonomi global yang masih lambat, harga komoditas yang belum pulih masih akan menjadi beban di 2017.

Kondisi ini masih ditambah dengan sedikitnya amunisi penerimaan dalam negeri. Pemerintah, semisal, tak bisa lagi berharap maksimal dari penerimaan amnesti pajak yang tiga perempatnya sudah tersedot di tahun 2016 ini.

Ini pula yang membuat target pendapatan negara sebesar Rp 1.750,3 triliun di 2017 sulit terealisasi. Makanya, ini pula yang membuat Menteri Keuangan Sri Mulyani bergegas meminta revisi sejumlah usulan RAPBN 2017.

Pertama, dalam rapat kerja pemerintah dan Badan Anggaran DPR RI, Selasa (4/10), Kementerian Keuangan mengusulkan pemangkasan anggaran belanja kementerian atau lembaga Rp 20,76 triliun. Penyesuaian ini dilakukan lebih awal agar pelaksanaan anggaran tidak terganggu.

Kedua, pemerintah juga menganggarkan cadangan risiko fiskal yang besar. Jika dalam usulan awal hanya Rp 5 triliun, dalam pembahasan terakhir di DPR disepakati ditambah lagi Rp 4,3 triliun jadi Rp 9,3 triliun. Dana itu diambilkan dari cadangan belanja 2017 sebesar Rp 40,2 triliun.

Susahnya, dua langkah itu belum cukup. Dengan target pendapatan pajak 2017 sebesar Rp 1.489,9 triliun atau 85% dari target pendapatan negara, Ditjen Pajak harus berupaya luar biasa agar bisa mendongkrak penerimaan.

Tantangan besar menghadang. Pasca amnesti pajak, pebisnis minta penyesuaian tarif pajak dengan negara lain agar lebih kompetitif. Pemulihan ekonomi global yang masih lemah membuat pebisnis masih wait and see melakukan ekspansi.

Berharap dari amnesti pajak juga sulit. Selain sudah empot-empotan di tahun ini, wajib pajak yang ikut program ini juga makin sedikit. Ekstensifikasi dan intensifikasi pajak bisa jadi pilihan. Apalagi, pemerintah punya basis data baru dari amnesti pajak. Namun, jauh-jauh hari, Ditjen Pajak bilang optimalisasi data hasil amnesti baru akan efektif hasilnya di 2018.

Dirjen Anggaran Kemkeu Askolani menyebut, potensi penerimaan amnesti pajak sudah masuk penerimaan pajak di RAPBN 2017. “Saya tak tahu porsinya. Semua penerimaan dicampur. Selain dari amnesti pajak, juga dari kebijakan perpajakan, ekstensifikasi, dan intensifikasi,” katanya, Rabu (5/10)

Ekonom Maybank Juniman mengingatkan, jika target uang tebusan amnesti pajak Rp 165 triliun tak tercapai di tahun ini, jangan banyak berharap ada tambahan pajak signifikan di 2017. Aktivitas perdagangan global dan lokal diprediksi masih berat di tahun depan.

Pemerintah harus menyiapkan strategi cadangan agar masalah tipisnya cashflow anggaran tak terjadi lagi.

Penulis :Adinda Ade Mustami, Asep Munazat Zatnika

Sumber :KONTAN

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: