Dua Sisi Data Amnesti

541be-logo2bamnesti2bpajak2b-2btax2bamnesty

Ada banyak cerita yang bisa digali darii pelaksanaan program amnesti pajak. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Misalnya, dari pelaksanaan amnesti pajak tahap pertama pada periode Juli-September 2016, membuka mata kita bahwa banyak orang Indonesia yang kaya yang luput dari perhatian.

Direktorat Jenderal Pajak mencatat setidaknya 422.392 wajib pajak mengikuti program pengampunan pajak. Dari jumlah tersebut, 333.091 peserta atau 79% berasal dari wajib pajak perorangan. Porsi selebihnya merupakan wajib pajak korporasi.

Memang, total peserta amnesti pajak tahap pertama hanya sekitar 2% dari seluruh wajib pajak di tanah air. Toh, dari jumlah itu saja, Negara sudah mendapatkan setoran tebusan sekitar Rp 97 triliun atau lebih dari setengah target setoran yang diharapkan pemerintah.

Nah, masih berdasarkan catatan kantor pajak, mayoritas nilai tebusan amnesti berasal dari kalangan yang memiliki aset minimal Rp 50 miliar sampai di atas Rp 5 triliun. Mereka adalah golongan high net worth individual atau pemilik aset finansial minimal US$ 1 juta, kalangan superkaya yang memiliki aset finansial minimal US$ 30 juta, hingga kelas miliarder. Yang terang, sekitar 9.276 wajib pajak dari kalangan ini ikut amnesti pajak dan menyetor tebusan lebih dari Rp 50 triliun!

Namun, data amnesti pajak juga berkisah tentang hal lain. Rupanya, jurang kesenjangan sosial dan ekonomi Indonesia kian lebar.

Betapa tidak, total peserta amnesti pajak individu yang merepresentasikan 0,13% total populasi Indonesia, memiliki aset sekitar Rp 3.500 triliun atau 30% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Pun dengan catatan, nilai itu hanya sebagian dari total harta mereka yang selama ini belum dilaporkan!

Jelas bukan masanya lagi mengeksploitasi dua sisi data amnesti pajak, alih-alih menggunakannya untuk mengorek masa lalu para pesertanya. Cerita dari data-data ini lebih berharga jika dimanfaatkan untuk membenahi banyak hal. Mulai dari reformasi perpajakan, mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial hingga modal pembangunan ekonomi dalam negeri. Sebab, itulah janji awal ketika amnesti pajak digulirkan.

Penulis: Barly Haliem Noe

Sumber: KONTAN

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: