Kemiskinan di Tengah Krisis Ekonomi

23

Krisis ekonomi masih terus melanda dunia. Seorang ekonom, Stephen King menggambarkan situasi ekonomi dunia bagai kapal yang berlayar tanpa sekoci penyelamat.

Saking gelapnya, pertemuan negara anggota G-20 di China beberapa waktu lalu menjadikan krisi ekonomi dunia tersebut sebagai tema sentral pertemuan. Mereka prihatin atas perlambatan ekonomi yang tak kunjung usai dan berencana membuat terobosan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia. Tapia pa mau dikata, tak satu pun anggota G-20 mampu mencari solusi agar lepas dari kelesuan ekonomi. Pertemuan hanya mengimbau anggota forum agar memperkuat kemitraan dalam melewati kesulitan ekonomi globa bersama-sama.

Akibat krisi ekonomi, kemiskinan menjadi ancaman menakutkan bagi seluruh penduduk dunia. Sekarang saja, negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, dan negara yang tergabung                                        dalam Uni Eropa tak mampu menanggulangi pertambahan orang miskin di negaranya.

Bahkan, AS pun mengalami wabah kemiskinan. The Brookings Institution, salah satu lembaga penelitian, menyatakan sejak 2008 hingga sekarang jumlah orang yang tinggal di komunitas-komunitas sangat miskin (mid west) hampir menjadi dua kali lipat.

Di Detroit, hampir 1 dari 4 orang tinggal di daerah-daerah miskin yang ditetapkan sebagai daerah dimana paling sedikit 40% penduduknya hidup dibawah garis kemiskinan. Hasil survey Biro Sensus AS tahun lalu, juga menyebut jumlah warga miskin kini lebih dari 46 juta orang secara nasional.

Joseph Stigliz, peraih nobel ekonomi dalam bukunya The Great Divided (2015), mengatakan, kemiskinan di AS melonjak drastic sejak krisis ekonomi 2008. Semuanya bermuara pada ketidakmampuan Pemerintah AS membuat kebijakan ekonomi yang mampu mengangkat harkat rakyat AS.

Kemiskinan di Indonesia

Perekonomian Indonesia setali tiga uang dengan perekonomian global. Sejak tiga tahun belakangan pertumbuhan ekonomi terus mengalami penurunan. Hal itu ditandai dengan rendahnya tingkat konsumsi dan produksi nasional.

Dampak langsung krisis ekonomi adalah penambahan orang miskin. Setiap 1 % perlambatan ekonomi membuat 400.000 penganggur baru. Rakyat miskin juga bertambah karena kenaikan harga barang tidak diiringi kenikan pendapatan. Awal Februari 2016 lalu, Badan Pusat Statistik merilis data jumlah orang miskin naik dari 27,73 juta jiwa (10,96% jumlah penduduk) pada September 2014 menjadi 28,51 juta (11,13%) pada September 2015.

Seiring dengan itu, kesenjangan di tengah rakyat tetap lebar. Hal tersebut dapat dilihat dari rasio gini yang masih berkitat di angka 0.39. Rasio Gini adalah rasio yang menggambarkan tingkat ketimpangan, semakin tinggi rasio ketimpangan semakin lebar kesenjangan. Melebarnya kesenjangan sudah bisa teraba sebelumnya ketika ekonomi masih bisa tumbuh 4,79%, sementara jumlah orang miskin terus bertambah.

Itu menunjukkan bahwa yang menikmati kue pertumbuhan hanya kalangan menengah atas. Seperti syair Rhoma Irama, “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Dalam menghadapi tingkat kemiskinan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pengurangan kemiskinan pada APBN.  Beberapa program, seperti pembangunan infrastruktur, program keluarga harapan (PKH), kredit usaha rakyat (KUR), pemberdayaan social, dan dana desa, merupakan bukti keseriusan penanggulangan kemiskinan.

Namun, Keberpihakan anggaran belakangan ini mengalami gangguan, manakala pemerintah mulai melakukan pemangkasan anggaran di seluruh kementerian dan lembaga. Termasuk, pemotongan anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan kemiskinan, seperti anggaran PKH yang dipotong hampir Rp 680 miliar. Hal tersebut mempengaruhi 2,5 juta orang miskin  yang   biasanya mendapatkan bantuan uang empat kali dalam setahun menjadi tiga kali.

Salah satu program pemerintah agar anggaran negara kembali stabil adalah tax amnesty bagi pengusaha yang selama ini enggan membayar pajak kekayaan dan penghasilan usahanya. Kita berharap sebagian dana dari amnesty ini dialokasikan untuk penanggulangan kemiskinan. Hal itu sebagai wujud keberpihakan negera kepada orang miskin, terlebih lagi orang miskin yang paling terpukul atas kelesuan ekonomi di seluruh belahan dunia. Orang miskin harus diselamatkan. Tak boleh dibiarkan berlayar sendiri dengan kapal tanpa sekoci penyelamat.

Sumber : http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: