Cerita Dirjen Pajak yang Bikin Geli Para Pedagang ITC Mangga Dua

08125-tax2bamnesty-1

JAKARTA, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menggelar sosialiasi tax amnesty kepada para pedagang di pusat perbelanjaan ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, Selasa (1/11/2016).

Acara sosialiasi tax amnesty kali ini digelar dengan santai dan penuh tawa canda. Sosok Ken yang suka melontarkan guyon jadi tokoh sentralnya.

Bahkan satu cerita Ken membuat para pedagang tertawa geli. Cerita itu seputar pengalaman Ken mengomandoi sosialiasi tax amnesti para periode kedua.

Seperti diketahui, sosialiasi tax amnesty tahap kedua lebih fokus menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Suatu saat saya pernah sosialiasi kepada UMKM, yang ditanya bukan ‘Pak saya harus bayar berapa?, bukan. Tetapi ‘Pak saya kalau melaporkan dua apartemen saya di Singapura bagaimana?’,” ujar Ken.

Para pedagang sontak saja kaget mendengar cerita itu lantaran pelaku usaha UMKM bisa memiliki harta berupa apartemen di Singapura. Bukan hanya satu, tetapi dua.

Ken pun awalnya kaget dengan pertanyaan itu. Namun ia lantas mengajukan pertanyaan kepada pelaku UMKM tersebut.

“Loh, memang ibu dagang apa?,” kata Ken. Saat ditanya, pedagang tersebut tidak mau mengungkapkan barang apa yang sebenarnya dijual.

Ia mengaku malu lantaran barang itu hanya barang kecil-kecilan. Namun setelah diyakinkan akhirnya pedagang itu mengaku juga. “Aduh malu saya pak jualan kecil-kecilan. Saya jual berlian,” tutur Ken menirukan kata pedagang itu.

Para pedagang yang berkumpul di acara sosialiasi tax amnesty sontak tertawa geli. Para pedagang tidak menyangka pelaku usaha yang diceritakan Ken ternyata pedagang berlian, yang ukurannya memang kecil namun harganya sangat mahal.

Situasi sosialiasi tax amnesty di ITC Mangga Dua memang berlangsung sangat santai. Ken beberapa kali juga menceritakan ditegur oleh ibu-ibu gara-gara tax amnesty.

“Dia datang ke saya ‘pak bapak jangan belain suami saya. Selama ini ngaku ke saya punya rumah satu, ternyata ikut tax amnesty punya 4. Berarti dia punya simpanan’,” kata Ken menirukan kata-kata ibu tersebut.

Selama ini, masyarakat memang kerap memiliki pandangan negatif terhadap para petugas pajak.

Lantaran hal itu, dalam beberapa kesempatan, Ken selalu mengungkapkan kepada masyarakat agar tidak perlu takut kepada para petugas pajak.

Ken menyadari hubungan baik antara masyarakat dan petugas pajak bisa berpengaruh terhadap citra Direktorat Jenderal Pajak.

Oleh karena itu ia kerap menggunakan pendekatan yang santai saat melakukan sosialisasi tax amnesty.

“Sekali bayar pajak pasti ketagihan, loh bener ini. Sekali bayar pasti ketagihan. Kalau enggak ketagihan, saya yang nagih hahaha,” ucap Ken yang kembali disambut tawa para pedagang.

Sumber: http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: