Ditjen Pajak Minta Dana Repatriasi Segera Masuk

Ilustrasi Opini - Menyoal Rencana Penerapan Tax Amnesty

JAKARTA. Masih minimnya realisasi dana repatriasi amnesti pajak membuat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak geram. Ditjen Pajak meminta agar wajib pajak (WP) yang sudah komitmen merepatriasikan asetnya segera membawa harta yang ada di luar negeri ke Indonesia sebelum 31 Desember 2016.

Jika repatriasi dilakukan melewati batas waktu tersebut, akan dikenakan sanksi. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, WP yang sudah menyatakan dalam surat pernyataan harta (SPH) akan melakukan repatriasi, harus merealisasikannya sampai akhir tahun ini.

Jika tidak dilakukan, sanksinya sesuai ketentuan undang-undang (UU) Pengampunan Pajak akan diberlakukan. “Jika mereka terlambat melakukan repatriasi, mereka tidak dianggap mengikuti amnesti pajak dan hartanya dianggap sebagai penghasilan langsung kena pajak,” ujar Hestu, Kamis (10/11).

UU Pengampunan Pajak menyebutkan, WP terlambat menyampaikan repatriasi akan diberikan surat peringatan selama 14 hari. Jika tidak dipulangkan, konsekuensinya harta yang batal direpatriasi dikenakan pajak penghasilan (PPh) dengan tarif normal.

Angka berbeda

Harta repatriasi yang benarbenar masuk memang masih kecil dibandingkan komitmennya yang sebesar Rp 142,6 triliun sampai Kamis (10/11).

Soal berapa dana repatriasi yang benar-benar sudah masuk ke sistem keuangan dalam negeri, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ditjen Pajak memiliki angka berbeda. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengatakan, dana yang benar-benar masuk baru sekitar Rp 40 triliun, sisanya akan masuk hingga akhir tahun ini.

“Setidaknya ada Rp 100 triliun akan masuk sampai akhir tahun,” katanya, Kamis (3/11). Sedangkan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad bilang, realisasi aset repatriasi yang sudah pulang ke Indonesia baru Rp 10 triliun.

“Dari Rp 140 triliunan yang di-declare, baru Rp 10 triliun yang masuk,” ungkapnya. Menurut Hestu, realisasi repatriasi sudah lebih dari Rp 10 triliun. Sebab, angka Rp 10 triliun adalah realisasi sampai September 2016. Sedangkan realisasi sampai saat ini belum dihitung. “Sekarang sudah bertambah,” katanya. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bilang, jumlah dana repatriasi yang benar-benar masuk ke dalam negeri Rp 12 triliun.

Direktur Perpajakan Internasional Ditjen Pajak John Hutagaol mengatakan, masih minimnya realisasi dana repatriasi bukan berarti banyak kendala. Bisa jadi karena memang proses memulangkan aset dari luar negeri memerlukan waktu cukup lama. Apalagi asetnya berbentuk properti.

“Kita jual rumah di Indonesia saja perlu waktu, perlu cari harga yang pas, kemudian proses administrasi. Beda kalau uang dalam bentuk deposito,” katanya.

Sumber: Harian Kontan

http://www.pemeriksaanpajak.com

pajak@pemeriksaanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: