Biaya Haji dan Umrah Siap Terbang

6316e-money2

Mulai 2 Oktober, Arab Saudi mengenakan tarif visa bagi calon jemaah haji dan umrah sebesar 2.000 riyal

JAKARTA. Anda yang tengah bersiap pergi haji atau umrah nampaknya harus merogoh kocek lebih dalam lagi! Mulai 1 Muharam lalu atau 2 Oktober, pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan visa anyar, termasuk untuk haji dan umrah.

Dilansir Saudi Gazette.com, otoritas Arab Saudi menetapkan aturan visa baru. Isinya: calon jamaah haji atau umrah harus membayar biaya visa sebesar 2.000 riyal atau setara Rp 6,9 juta bila ingin menunaikan ibadah haji atau umrah untuk kedua kali sehingga seterusnya. Bagi calon jamaah haji atau umrah yang baru kali pertama melakukan ibadah, Arab Saudi akan menanggung biaya tersebut, alias gratis.

Aturan ini berlaku untuk seluruh calon jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Aturan ini juga berlaku bagi orang yang ingin bepergian atau sekedar berkunjung ke Arab Saudi. Mereka harus membayar biaya visa, mulai dari 3.000 riyal untuk visa yang berlaku enam bulan dan 8.000 riyal dengan jangka waktu dua tahun.

Beleid ini berlaku lantaran Arab Saudi tak lagi menjadikan emas hitam sebagai komoditas utama pendongkrak devisa negara. Kedepan, Arab bahkan akan menjadi destinasi wisata.

Keputusan ini tak pelak membuat pebisnis wisata haji dan umrah kelabakan. Selain belum menerima detail informasi beleid tersebut, mereka khawatir ini bisa berdampak bagi bisnis mereka.

Muharom Ahmad, Direktur Utama PT Wahana Mitra Wisata, Jumat (7/10) mengaku, belum mendapat informasi terkait biaya visa. Ia berharap, keputusan itu hanya berlaku tahun hijriyah 1436 ini saja, tidak berlaku selamanya. “Jika berlaku selamanya, efek ke bisnis umrah dan haji bisa besar,” ujarnya. Jika hanya berlangsung satu tahun hijriyah 1436 ini saja, ia memprediksi penurunan jumlah calon jamaah haji dan umrah di Wahana hanya 1%.

Hingga Juni 2016, jumlah jamaah haji dan umrah yang di berangkatkan perusahaan ini tumbuh 5% menjadi 55.000 orang. Ia prediksi angkanya bakal terus menanjak hingga akhir tahun ini.

Bila aturan visa ini mengharuskan calon jamaah haji dan umrah kedua kali dan seterusnya untuk membayar visa lebih mahal, Wahana Mitra akan mengatur ulang biaya paket haji atau umrah. “Bisa jadi ada tambahan biaya,” ujar dia, kemarin.

Artha hanif, Direktur Utama Tahyiba Tora memprediksi, keputusan Arab Saudi mengenakan biaya visa akan menyebabkan jumlah jamaah haji dan umrah di perusahaan yang memberangkatkan haji dan umrah 1.000 jamaah di tahun ini bisa terpangkas hingga 30%.

Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemnag) Abdul Djamil menyatakan, Kemnag sudah menerima informasi adanya biaya visa ini, kami baru akan meminta petujuk dan pelaksanaan atas aturan tersebut ke Kedutaan Besar Arab Saudi,” ujar dia, kemarin. Aturan pelaksanaan kelak akan jadi dasar bagi pebisnis umrah dan haji untuk mengatur ulang bisnis mereka.

Yang pasti, berdasarkan sejumlah media di Timur Tengah, Indonesia di urutan ketiga setelah Mesir dan Pakistan, sebagai negara yang paling banyak mengirimkan jemaah umrah di tahun ini.

Disbanding tahun lalu, jumlah jamaah umrah di Indonesia mencapai 699.612 visa, naik 7,2% disbanding. Adapun untuk jemaah haji, Indonesia tercatat sebagai negara tertinggi yang mengirimkan jemaahnya bila tak ada kuota.

Sumber: http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

 

Iklan


Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: