Kurang Menarik, Insentif Pajak Dievaluasi

864f3-takut2bbrangkrut2bsingapura2bgelar2bkampanye2bnegatif2bhadapi2btax2bamnesty2bindonesia

JAKARTA. Pemerintah saat ini mengevaluasi pemberian insentif pajak, berupa tax holiday dan tax allowance. Pasalnya, hingga kini jumlah investor yang tertarik dengan dua fasilitas itu, terutama tax holiday, masih rendah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, menuturkan, salah satu penyebab fasilitas itu tak diminati adalah insentif yang diberikan masih kalah kompetitif dari negara-negara tetangga semuanya menawarkan tax holiday dan tax allowance yang sangat menggiurkan, “ujat Tom, Jumat (10/7).

Namun Tom enggan menjelaskan seberapa besar perbedaan tawaran yang diberikan pemerintah Indonesia dengan negara-negara lain. Ia beralasan, saat ini evaluasi masih belum selesai.

Yang jelas, kata dia, dalam evaluasi yang dilakukan BKPM akan menjadikan tawaran insentif di negara-negara lain sebagai patokan.

Dari kedua fasilitas yang ditawarkan itu, tax holiday atau fasilitas pembebasan pajak dalam waktu tertentu, paling sedikit peminatnya. Menurut catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu) sejak pertengahan tahu lalu hingga tahun ini, pemerintah baru memberikan fasilitas tersebut kepada enam perusahaan.

Jumlah tersebut akan bertambah menjadi delapan perusahaan jika dua perusahaan yang saat ini sudah mengajukan dan sedang diproses berhasil mendapatkan fasilitas tax holiday tersebut. Namun pemberian fasilitas kepada kedua perusahaan masih belum putus. Penyebabnya, BKPM masih melakukan evaluasi terlebih dahulu.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menambahkan, pihaknya akan mempertajam syarat bagi perusahaan yang berharap mendapatkan tax allowance. Ia berharap semakin banyak perusahaan yang mengajukannya.

Menurutnya, yang sudah pasti mengajukan untuk memperoleh insentif tersebut adalah investor baru. Pembebasan pajak akan memudahkan mereka untuk memulai investasinya di Indonesia.

Seperti Jiangsu Dongqu Investment Holding Group Co Ltd yang rencananya ingin membangun industry tekstil dan produk tekstil (TPT) senilai US$ 100 juta. Menurut Airlangga, Jiangsu Dongqun Investment pernah mempertanyakan insentif untuk kegiatan investasi serta ketersediaan energy bagi industry tekstil di Indonesia.

Terkait itu, kata Airlangga, pemerintah Indonesia saat ini memang tengah melakukan kajian untuk penurunan harga gas untuk sektor tekstil dan produk tekstil.

Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan insentif lain, berupa tax holiday, tax allowance, dan pembebasan bea masuk bagi industry tertentu dalam rangka investasi. Menurutnya, semakin besar investasi yang ditanamkan, maka semakin besar pula insentif yang akan diberikan.

“Kami sedang melihat realisasi investasi sampai dimana dan apakah itu tax holiday atau tax allowance, “katanya.

Sumber : http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: