Tiga Hari, Dispenda Temukan 91 Kasus Pajak Kendaraan Mati

index

TANJUNG SELOR – Selama tiga hari ini, Sat Lantas Polres Bulungan bersama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kaltara melakukan giat operasi. Tujuan razia gabungan ini adalah untuk menertibkan pengendara yang tidak mempunyai kelengkapan. Keikutsertaan Dispenda di dalam razia ini adalah untuk memeriksa kendaraan yang sudah mati pajak.

“Ada dua yang kami lakukan saat razia yakni memeriksa pajak kendaraan dan balik nama kendaraan. Jumlah mati pajak sampai tiga hari itu ada 91 kasus,” ungkap Kepala UPTD Dispenda Kaltara wilayah Bulungan, Ronny kepada Kaltara Pos, kemarin (7/10).

Razia yang hanya dilakukan per triwulan ini ternyata tidak bisa efektif. Ronny menuturkan, waktu yang sesingkat itu masih banyak yang tidak terpantau. Dan memang pada saat merazia kendaraan yang tidak bayar pajak banyak ditemukan.

“Alasan mereka karena tidak tahu kapan mati pajaknya. Dan paling banyak yang terjaring adalah kendaraan roda dua. Kalau roda empat hanya ada sekitar 20 persen,” sebutnya.

“Kita razia itu untuk mengingatkan, karena banyak pengendara itu tidak tahu jika pajak setiap tahun harus dibayar. Kalau melihat dari STNK-nya itu kan 5 tahun baru mati. Mereka beranggapan sama saja dengan STNK dengan pajaknya. Pembayaran pajak pasti ada pembaharuan STNK yakni pengesahan untuk daftar ulangnya,” sambungnya.

Sementara itu kendaraan yang banyak ditemui petugas saat razia adalah yang sudah berganti kepemilikan. Beberapa diantaranya sudah mencapai 3 kali. Solusi yang diberikan Dispenda meminta agar si pemilik yang sekarang agar memutasikan kendaraannya. Kendaraan yang didapati saat razia ini kebanyakan dari luar daerah.

“Bagi pemilik kendaraan yang membeli kendaraan orang lain, agar membalik namakan menjadi pemilik sekarang,” tutur Ronny.

Karena selama ini pemakaian nama pemilik sekarang tetapi alamat yang tertera di pajaknya itu masih alamat yang lain. Hal ini membuat kerja petugas menjadi lama, karena harus mencari datanya dulu. System yang digunakan adalah door to door, sedangkan cara ini terkadang menyulitkan petugas. Karena alamatnya sudah berpindah untuk melacak keberadaanya sangat sulit.

“Kendalanya adalah banyaknya kendaraan dari luar. Atau masyarakat itu banyak membeli dari luar daerah karena harga murah tidak seperti Kaltara atau Kaltim yang selisih hingga 30 juta,” jelasnya.

Ronny mengatakan untuk mati pajak sendiri belum ada aturan pembatasan waktunya. Dan yang berwenang untuk mengeluarkan izin operasi kendaraan itu dari kepolisian. Adapun pendapatan pajak samai bulan September Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekitar 82 persen, kalau Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 62 persen.

“Kalau target PKB ini sudah tercapai tapi kalau BBNKB ini rasanya tidak tercapai karena baru mencapai 60 persen lebih,” tutupnya.

Sumber : http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: