Kalah Gugatan RS Onkologi Dihukum Bayar Pajak Rp 3 Miliar, begini Pertimbangan Hakim

tax26

SURABAYA – Gugatan yang dilayangkan oleh dr Husin terhadap Estiningtyas Nugraeni, mantan Dirut RS Ongkologi di Jl Galaxi Permai akhirnya dikabulkan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (19/10/2016).

Majelis hakim dipimpin Sigit Sutanto SH mengabulkan seluruh gugatan dan memerintahkan tergugat untuk memba‎yar sisa pajak senilai Rp 3 miliar.

“Setelah memeriksa dengan teliti serta keterangan saksi, gugatan pemohon dikabulkan dan memerintahkan tergugat untuk membayar sisa pajak,” ujar hakim Sigit saat membacakan amar putusan.

Sedang kuasa hukum RS Onkologi, Eko Budi SH yang diberi kesempatan untuk melakukan upaya hukum, mengaku pikir-pikir.

“Kami pikir-pikur dulu Yang Mulia,” ujar Eko Budi.

Usai sidang, Kuasa Hukum dr Husin, John Tamrun SH, mengatakan pengadilan telah mengabulkan seluruh gugatan.

Atas terkabulnya gugatan tersebut, pihaknya seusai mendapatkan salinan putusan akan memberitahukan ke Dirjen Pajak Pusat.

Putusan hakim Sigit merupakan putusan serta merta, artinya meskipun belum berkekuatan hukum tetap, namun putusan ini sudah bisa dijalankan.

“Selanjutnya kami akan berkordinasi dengan Dirjen pajak atas putusan ini,” tutur John Tamrun.

John Tamrun juga meminta, agar rekening kliennya agar segera dibuka secepatnya, yang telah diblokir karena adanya penyalahgunaan NPWP yang dilakukan oleh tergugat.

“Kami meminta agar dengan secepatnya, rekening klien kami dibuka,” tambahnya.

Persoalan ini mencuat setelah terkuak tunggakan pajak sejak tahun 2009-2011 sebesar Rp 6 miliar. Sedang perkara ini bermula dari kerja sama antara dr Husin dengan RS Ongkologi dalam pengadaan Apotek Arta Farma, di mana Estiningtyas Nugraeni menjabat sebagai Dirut dan mencantumkan NPWP Husin sebagai wajib pajak.

Dalam kerja sama sejak berdirinya apotek (2006) hingga ditutup tahun 2013, Husin sama sekali tidak mendapat hasil sepeser pun.

Anehnya lagi, Estiningtyas Nugraeni yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama RS Onkologi justru membayar tunggakan PPN penjualan obat itu sebesar Rp 3 miliar.

Sisanya justru dibebankan pada Husin. Padahal Husin tidak pernah menikmati hasil penjualan obat oleh RS onkologi.

Sumber: http://www.pemeriksaanpajak.com

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:pemeriksaan pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: