Ada Amnesti Pajak Restitusi Malah Naik

541be-logo2bamnesti2bpajak2b-2btax2bamnesty

JAKARTA. Seyogyanya, adanya program tax amnesty atau amnesti pajak bisa menekan jumlah Wajib Pajak (WP) yang meminta kelebihan atas pajak yang sudah dibayar, alias restitusi. Namun, justru di tahun program amnesti, jumlah restitusi yang dibayar otoritas pajak malah melonjak.

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Yon Arsal mengatakan, jumlah restitusi yang dibayarkan otoritas kepada WP sepanjang tahun 2016 mencapai Rp 101 triliun. Jumlah itu membengkak dari restitusi yang dibayarkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 95 triliun.

Menurutnya, keberadaan amnesti pajak memang membuat sebagian orang batal mengajukan restitusi karena memilih ikut amnesti pajak. Namun, sebagian besar yang mengajukan restitusi memang tetap melanjutkan permohonannya. Sebab, restitusi yang diajukan erat kaitannya dengan kegiatan ekonomi yang melambat. “Misalnya, ada WP yang membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor, tetapi tidak mampu produksi,”  ujarnya.

Menurut Yon, tahun lalu, kegiatan ekonomi sejumlah perusahaan memang cenderung turun. Kondisi ini terutama terlihat di sektor pertambangan, yang selama ini merupakan salah satu sektor memiliki pengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak.

Meski begitu, Yon bilang otoritas pajak menyatakan tidak bisa menolak permintaan restitusi yang sudah menjadi hak WP.

Sebelumnyaa, otoritas pajak pernah mengeluarkan aturan untuk memperketat proses restitusi selama program amnesti pajak. Tujuannya, supaya jumlah restitusi  mengecil dan penerimaan Negara tahun 2016 aman.

Aturan itu terutang dalam Surat Edaran nomor S-1403/PJ.04/2016. Di dalamnya diatur tentang tta cara penyelesaian pemerikasaan yang sedang berjalan atau outstanding dan penanganan atas pemeriksaan Surat Pemberitahuan (SPT) yang lebih bayar atau restitusi dan kompensasi.

Sayangnya, Yon tidak menjelaskan berapa jumlah jumlah pajak pajak yang bisa dipertahankan atas permohonan restitusi tahun 2016. Namun, ia menegaskan bahwa restitusi memang diberikan hanya kepada yang berhak.

Jika melihat realisasi penerimaan pajak tahun 2016, total penerimaan adalah sebesar 1.283,6 triliun. Sebesar Rp 410,9 triliun diantaranya berasal dari PPN.

Sementara itu, penerimaan pajak tahun 2017 ditargetkan sebesar Rp 1.498 triliun, naik 16,8% dari realisasi 2016. Pengamat perpajakan dari DDTC Bawono Kristiaji mengatakan, tahun 2017 diperkirakan realisasi pajak akan mencapai antara 94%-95% dari target. Salah satu syarat target bisa dicapai adalah proses reformasi perpajakan berjalan lancar.

Sumber: Kontan Senin, 23 Januari 2017

http://www.pengampunanpajak.com

info@pengampunanpajak.com

Iklan


Kategori:Pengampunan Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: